Garut – Kendati diselimuti keterbatasan sarana dan prasarana, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Kab. Garut optimis mampu meraih prestasi di Pekan Olaharaga Daerah (Porda) Jabar XIII 2018 yang akan digelar jelang akhir tahun ini. Asa itu cukup rasional mengingat, di kualifikasi Porda, kontingen Kab. Garut mampu menempatkan di peringkat 5 besar. Target mereka di Porda sendiri yakni mempertahankan prestasi di PON XIX meraih 1 medali emas. Ketua IMI Korwil Kab. Garut, Tedy Golsom mengungkapkan “Jika bicara target jangankan kami di cabor balap motor, semua cabang olah raga pun harus punya target karena itu bagian dari acuan atau motivasi, masalah nanti tercapai atau tidak yang penting kita sudah berusaha” ungkapnya.

Tedy menambahkan, di Porda nanti kontingen Kab. Garut bakal menurunkan empat andalannya mereka akan turun di dua kelas yaitu Kelas Perorangan dan Kelas Beregu, “mohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat garut, semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk Garut, ada tiga hal yang jadi kunci keberhasilan dalam cabor balap motor, pertama faktor skill/kemampuan, kedua faktor motor misalnya sama sama di kelas standar, dan terakhir faktor lucky atau keberuntungan, kita punya pengalaman di porda kemaren nyaris meraih emas tapi di lap terakhir pembalap terjatuh dan akhirnya memperoleh perak”

Saat disinggung tentang persiapan menghadapi Porda nanti, tedy mengungkapkan “dikarenakan kita tidak mempunyai sarana latihan maka latihan kami dilaksanakan diluar kota yaitu dengan mengikuti turnamen, padahal secara materi itu lebih mahal dibanding jika kita mempunyai sarana sendiri, makanya kita mohon pengertian kepada masyarakat garut jika dilaksanakan event balap motor di garut dengan mengunakan sarana umum mohon dimaklumi karena kita tidak mempunyai sarana, toh event tersebut dilakukan tidak tiap saat” ungkapnya.

IMI Korwil Kab. Garut berharap pemkab garut bisa memberikan perhatian serius kepada cabang olah raga yang punya potensi dan digemari masyarakat seperti salah satunya balap motor “mimpi kami Garut mempunyai sirkuit seperi di Kabupaten lain, perhatian pemerintah kepada insan olah raga merupakan amanat undang-undang dimana pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaranya dalam rangka pembinaan dan pengembangan prestasi olah raga, apalagi cabang balap motor selalu menghadirkan animo yang luar biasa, ribuan pemerhati selalu memadati saat digelar event balap motor” ujar Tedy. (abar)

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *