Garut – Rombongan KONI Kab. Garut yang dipimpin Ketua Umum Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng melakukan studi banding ke beberapa Venue Aquatic diantaranya Venue Aquatic UPI Bandung, Venue Aquatic Sutan Raja Soreang Bandung dan terakhir Venue Aquatic GBK Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.

Dalam studi banding ini, Ketua Umum Koni Kab. Garut mengajak SKPD, Konsultan serta Cabor terkait, Sekretaris Bappeda Garut Agus Ismail, ST., MT, Iman P Ridho, M.Si, dari Bappeda Garut, H. Yana Kuswandi, S.Pd, M.Pd Kabid Kemitraan & Fasilitas, Haris Juandi, SE, M.Pd Kasi Sarana, serta beberapa pejabat dari Dinas PUPR Garut turut dalam rombongan juga Ketua Cabor PRSI dan POSSI Garut.

Dalam kegiatan hari pertama Rombongan studi banding diajak mengunjungi Venue Aquatic UPI Bandung, dalam kunjungan tersebut rombongan langsung disambut Prof. Dr. Yuyun Yudiana, M.Pd Kepala UPT Sarana Olah Raga UPI Bandung, dalam sambutanya Prof. Dr. Yuyun langsung membawa rombongan ke lokasi venue aquatic, beliau menjelaskan kondisi venues secara detail venue yang memiliki luas  ±1,5  Ha  dengan  1/4 bagian digunakan untuk gedung pengelola, struktur yang digunakan   oleh   gedung   kolam   renang   yang berada di kawasan UPI menggunakan struktur space frame, failitas yang ada didalamnya diantaranya kolam Tanding (outdoor) ukuran 50 x 25 m dengan 10 lintasan dengan starting block, garis jalur dengan tiap jalur 2,5 m, Kedalaman kolam 3 m Scoring Board dll. Selaian menjelasakan tentang spesifikasi dan aktivitas penggunaan Venue,  Prof. Dr. Yuyun juga menjelaskan tentang perawatan venue yang cukup kompleks dan membutuhkan biaya yang tida ksedikit. Beliau menyembutkan perwatan venue salah satu yang tidak boleh dipandang enteng. 

Prof. Dr. Yuyun menambahkan “sebagai sesame waraga yang dibesarkan di Garut, dirinya siap apabila diundang untuk memeberikan masukan dalam rangka pembangunan venue aquatic yang ada di Garut dan tentunya akan merasa bangga apabila di tahun 2020 Garut benar-benar memiliki venue aquatic” ungkapnya.

Setelah melakukan kunjungan ke UPI rombongan melanjutkan kunjungan ke Venue Aquatic Sutan Raja Soreang Bandung, venue ini lebih sederhana tapi cukup realistis jika venue aquatic di garut lebih mengadaptasi model venue Aquatic Sutan Raja ini, “tentunya ditambah penyempuraan serta penambahan dibeberapa bagian agar terlihat modern dan memenuhi unsur kekhasan Garut” ungkap Zenal salah satu dosen Uniga dan Pelatih renang yang ikut dalam rombongan tersebut

Di hari terakhir romobongan melakukan kunjungan ke venue utama yaitu Venue Aquatic GBK Jakarta, Ketua Koni dan rombongan langsung disambut oleh Drs. Dwi Putranto M.Pd kepala divisi umum dan kepegawaian pusat pengelolaan Komplek GBK. Menurutnya pasca renovasi, venue itu disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Saat ini Stadion Akuatik Gelora Bung Karno memiliki empat kolam. Masing masing kolam memiliki ukuran yakni renang (51,20 m x 25 m x 3 m), Polo Air (50 m x 25 m x 3 m), Loncat Indah (21 m x 25 m x 5 m) dan Pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m). Stadion ini juga dilengkapi 8.000 kursi penonton, plus tribun teleskopik, ruang pers, dan broadcasting. Konsep Stadion Renang GBK adalah sebagian tertutup dan bagian yang lain dibiarkan terbuka bertujuan mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam renang sekaligus desain yang indah, plus untuk mengontrol suhu air. Kolam renang GBK juga sudah mendapat sertifikat dari Federasi Renang Internasional (FINA) di Cina. Keunggulan akuatik GBK yakni memiliki sistem sky pool atau kolam renang dengan dinding panel-panel baja. Tujuannya agar beban tampung kolam lebih kuat dan ukurannya lebih presisi dibanding beton.

Ketua Koni Garut mengatakan, tujuan studi banding ini bagian dari awal koordinasi serta sinergitas diantara Koni Garut beserta Cabor sebagai pihak penerima manfaat dan beberpa SKPD sebagai leading sector dalam Pembangunan Venue Aquatic yang direncanakan akan mulai dibangun pada awal tahun 2020. Selain itu studi banding ini merupakan proses benchmarking atau tolok ukur sehingga kita bisa memperoleh gambaran komprehensif mengenai venue aquatic, “Studi banding ini diharapkan memperoleh  gambaran yang lengkap baik spesifikasi, ukuran, luas lahan biaya sampai pemeliharaanya,  sehingga hasil yang diharapkan dalam pembangunan Venue Aquatic nanti benat-benar bisa sesuai dengan standar yang dibutuhkan baik jangka pendek yaitu memenuhi persyaratan event PORDA Jabar 2022 ataupun jangka panjang bisa digunakan dalam pembinaan Atlet Renang Garut di masa yang akan datang”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *