Garut – Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) Jawa Barat ke XIII yang akan di gelar di Kab. Bogor, secara resmi baru akan dibuka pada tanggal 6 Oktober 2018 di stadion Pakansari Kab. Bogor. Meskipun baru akan dibuka pada tanggal 6 Oktober tapi ada beberapa cabang olah raga yang sudah mulai dipertandingkan diantaranya berkuda, menembak, bulutangkis, futsal dan wushu.

Untuk kontingen Kab. Garut, cabang olah raga bulutangkis merupakan kontingen yang pertama diberangkatkan, ditengah kondisi pendanaan biaya Porda yang belum juga dicairkan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kab. Garut, para atlet bulutangkis tetap berangkat disamping jadwal pertandingan yang sudah meped, keberangkatan ini merupakan komitmen dan tanggung jawab dalam menjaga nama dan martabat Kab. Garut. Hal tersebut diungkapkan pelatih bulutangkis Kab. Garut Asep Hidayat Paweka sesaat menjelang keberangkatan di gedung Koni Garut Jum’at (28/9).

Asep mengungkapkan “Kami tetap berangkat meskipun dengan bekal swadaya, kami hanya dibekali atribut dan uang bensin dari Koni Garut, padahal jarak antara Garut – Bogor itu bukan jarak yang dekat, seharusnya biaya atlet, pelatih dan official selama Porda yang sudah merupakan hak kami bisa kami terima sebelum kami berangkat ke Bogor, tapi kenyataanya kami harus berangkat dengan bekal seadanya, kalau untuk makan dan hotel memang sudah disiapkan tapi kan selama kami disana bukan itu saja yang kami butuhkan” ungkap Asep.

Dengan kondisi seperti ini, Asep mempertanyakan keseriusan Pemkab Garut dalam mendukung upaya pengembangan olah raga di Kab. Garut, “pembangunan dunia olah raga sudah merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan oleh pemerintah daerah, tapi jika melihat seperti ini kami sangat prihatin” ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator Pengendalian Bidang Anggaran dan Akomodasi Kontingen, Drs. H. Yayat Hidayat, M.Si. Saat ditemui di Sekretariat KONI Garut, Yayat mengungkapkan bahwa pembiayaan Kontingen Porda XIII 2018 memang  berbeda dengan Porda sebelumnya, dimana sesuai komitmen Bupati Garut H. Rudi Gunawan untuk memberikan biaya tambahan kebutuhan Kontingen Kab. Garut yang akan dialokasikan dari APBD perubahan  sebesar 1.5 Milyar yang dititipkan kepada Dispora Kab. Garut.

Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk biaya hotel, makan minum serta uang saku atlet, pelatih serta panpel selama pelaksanaan Porda dengan jumlah total kurang lebih 500 personil, sedangkan untuk atribut (TSirt, Polosirt, Training Pack,  Tas dan Sepatu) dan biaya bahan bakar kendaraan serta biaya tol  dalam dan luar kota semua dibebankan kepada Koni yang bersumber dari Sponsor yang sampai saat ini sepenuhnya belum bisa kami terima.

Kami dituntut kerja keras merasionalisasi anggaran ditengah pelaksanaan porda yang semain dekat. Jadi untuk biaya hotel, makan minum serta uang saku atlet sepenuhnya sudah bukan merupakan ranah Koni, tapi itu sudah merupakan kegiatan yang harus dipenuhi Dispora.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *